GOLLA KAMBU ; Merupakan MAKANAN TRADISIONAL MANDAR, Golla Kambu Salah satu makanan khas yang sering dijadikan oleh-oleh ketika berkunjung ke Kabupaten Polewali Mandar. Meski hanya terbuat dari bahan yang sangat sederhana, ternyata Golla Kambuh mampu menarik perhatian orang banyak. Bagi sebagaian warga yang belum pernah makan peganan ini tidaklah salah apabila mencoba mencicipinya, dijamin sekali lidah merasakan manisnya, maka rasa ingin tambah akan terus timbul dalam hati kita. Bahan dasar yang digunakan untuk membuat peganan ini adalah beras ketang pilihan, kelapa parut yang masih muda dan gula merah. Ketiga bahan tersebut dicampur jadi satu kedalam sebuah wadah yang kemudian dimasak sampai beberapa jam hingga menyerupai suatu adonan yang keras. Hasil akhir, adonan tersebut kemudian dibungkus dengan daun pisang yang sudah mengering dalam ukuran yang kecil kecil.
KALAU Anda mengunjungi daerah Sulawesi Barat, maka belum lengkap rasanya kunjungan anda ke daerah beretnis Mandar ini jika belum mencicipi Golla Kambu, Penganan tradisional khas Mandar. Di Kabupaten Polewali Mandar, Golla Kambu menarik perhatian banyak orang dan menjadikannya sebagai buah tangan dari Mandar, bahkan permintaan akan Golla Kambu meningkat dalam Bulan Ramadhan lalu, bukan hanya dari dalam daerah tapi juga dari luar daerah karena sangat cocok dijadikan penganan berbuka puasa.
Untuk membuat Golla Kambu sebenarnya sangat sederhana, praktis dan bahannya mudah diperoleh. Bahan dasarnya hanya tiga, yaitu beras ketan pilihan, kelapa parut yang masih muda dan gula merah. Ketiga bahan tersebut dicampur menjadi satu, dimasukkan dalam sebuah wadah kemudian dimasak sampai beberapa jam hingga terbentuk adonan adonan yang keras. Hasil akhirnya itulah yang kemudian dibungkus dengan daun pisang kering dalam ukuran yang kecil kecil. Kelebihan Golla Kambu ini yaitu meski tidak diberi bahan pengawet, penganan ini dapat bertahan hingga beberapa bulan.

Golla Kambu yang terkenal di Mandar adalah yang berasal dari Daerah Botto Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Beberapa pembuat malahan mencampurnya dengan buah durian dalam adonan sehingga Golla Kambu nantinya pun rasa durian. Ada yang menyebutnya Baye’ Durian,Kacang,Kelapa sehingga terasa lebih nikmat dan manis di lidah. Anda ingin mencobanya ? Anda bisa memesannya saat melewati Jalan Poros Majene, Kecamatan Campalagian Kabupaten Polman, Sulawesi Barat.
Golla Kambu, Baye
Golla Kambu ini sangat cocok untuk buah tangan, bukan hanya karena tahan beberapa minggu bahkan bisa tahan dalam beberapa bulan. Bagi saya, Golla Kambu akan terasa lebih mantap dinikmati bersama teh atau kopi tawar karena yang namanya Golla Kambu pasti sangat manis, jadi tak perlu teh manis atau kopi manis. Anda hanya perlu duduk manis ditemani cewek manis untuk menikmatinya, hehehehe. :)
mulai dari harga 15.000 - 25.000 tergantung berat kemasannya
- Harga Pas: Rp 25.000,- /kotak isi 25 bh
- Minimum Order: 1 kotak
- Berat Kemasan: 500 gr
- Toko:
- Kategori: Foods & Beverages
Daftar Harga
- Kisaran Jumlah (kotak) Harga Satuan/kotak
- 5 - 10 Rp 24.000,-
- 11 - 20 Rp 23.000,-
- 21 - 50 Rp 22.000,-
- 51 - 100 Rp 21.000,-
- > 100 Rp 20.000,
1. BIASA
2. DURIAN
3. KACANG
Harga Rp. 20.000 / pak ( Isi 25 Bungkus )
hub. ardhi
sms/call : 0852 1068 7000
Bagi sebagaian warga yang belum pernah makan peganan ini tidaklah salah apabila mencoba mencicipinya, dijamin sekali lidah merasakan manisnya, maka rasa ingin tambah akan terus timbul dalam hati kita.
Bahan dasar yang digunakan untuk membuat peganan ini adalah beras ketang pilihan, kelapa parut yang masih muda dan gula merah. Ketiga bahan tersebut dicampur jadi satu kedalam sebuah wadah yang kemudian dimasak sampai beberapa jam hingga menyerupai suatu adonan yang keras.
Hasil akhir, adonan tersebut kemudian dibungkus dengan daun pisang yang sudah mengering dalam ukuran yang kecil kecil. Meski tidak diberi bahan pengawet, peganan ini mampu bertahan hingga beberapa bulan.
Bahan dasar yang digunakan untuk membuat peganan ini adalah beras ketang pilihan, kelapa parut yang masih muda dan gula merah. Ketiga bahan tersebut dicampur jadi satu kedalam sebuah wadah yang kemudian dimasak sampai beberapa jam hingga menyerupai suatu adonan yang keras.
Hasil akhir, adonan tersebut kemudian dibungkus dengan daun pisang yang sudah mengering dalam ukuran yang kecil kecil. Meski tidak diberi bahan pengawet, peganan ini mampu bertahan hingga beberapa bulan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar